Berita Pendidikan

RIBUAN MASYARAKAT ADAT DAYAK MEMERIAHKAN PGD KE-XXXIII PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Admin | | dibaca: 99 pembaca

PONTIANAK, Ribuan Masyarakat Adat Dayak Meriahkan Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalimantan Barat Ke XXXIII Tahun 2018 di Rumah Radakng Pontianak, Termasuklah Kontingen dari Kabupaten Sanggau. PGD kali ini dibuka secara resmi oleh Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Drs.Cornelis,M.H, pada Minggu (20/5) Siang. Dalam Sambutannya Presiden MADN mengatakan bahwa kita pantas bersyukur karena kita bisa berkumpul bersama dalam rangka memeriahkan pekan gawai dayak provinsi kali ini. untuk itu, dirinya mengajak bersama agar terus melestarikan adat dan budaya yang dimiliki, maka dengan melalu Iven PGD kita telah memperkenalkan jati diri budaya dayak pada dunia luar dalam rangka mendorong pembangunan di bumi kalbar lebih baik lagi kedepannya. Selesai gawai dayak masyarakat diharapkan agar fokus untuk bercocok tanam kembali, baik menanam padi maupun menanam tanaman pangan lainnya. Sedangkan terkait pilkada serentak, pada 27 juni mendatang masyarakat diharapkan dapat menjaga situasi kalbar agar tetap aman, damai dan kondusif. Pj. Gubernur Kalbar Drs. Dodi Riyadmadji,MM dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa melestarikan, mengembangkan, membina dan memanfaatkan budaya daerah kalimantan barat sebagai potensi daerah dalam segala aspek pembangunan termasuk kepentingan kepariwisataan, untuk mengimplementasikannya maka perlu dilakukan pembinaan dan pengembangan budaya daerah antara lain berupa pelestarian serta apresiasi nilai kesenian budaya tradisional sebagai wahana pengembangan budaya secara operasional dilakukan melalui : Pertama, melestarikan warisan budaya lokal. Kedua, Aktualisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai salah satu pengembangan etika pergaulan sosial untuk memperkuat identitas daerah dan nasional. Ketiga, mendorong masyarakat untuk lebih mandiri, inovatif, produktif serta menghargai kebudayaan dan produk sendiri. PGD merupakan salah satu aktivitas mencapai misi dan arah kebijakan umum dan rencana pembangunan jangka menengah kalbar, masyarakat adat dayak adalah etnik asli dan salah satu terbesar hidup berdampingan dengan suku-suku lainnya di wilayah ini, masyarakat dayak memiliki keragaman dan keunikan budaya yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, melalui budaya diharapkan dapat menjaga keharmonisan antar umat beragama, alam dan lingkungan serta dengan Tuhan pemeliharaan alam semesta, oleh karena itu pekan gawai dayak provinsi kalbar merupakan iven seni budaya daerah yang bersifat nasional dan terbuka untuk umum serta terus berkelanjutan setiap tahunnya (pungkasnya). Ketua PGD Andreas Lani,SH melaporkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan mulai dari tanggal 20-24 mei 2018 dengan mengusung tema‚ÄĚmelalui gawai dayak kita tingkatkan soliditas dan solidaritas sosial‚ÄĚ. dan sub tema‚ÄĚseni budaya dayak sebagai perekat hidup berdampingan yang menjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam bingkai NKRI di Kalimantan Barat‚ÄĚ. Kegiatan bekerjasama antara panitia dengan Kesekretariat Bersama Kesenian Daerah (SEKBRKESDA) Kalbar dimana ketuanya adalah Joseph Odillo Oendoen,S.Sn. Selanjutnya PGD dilaksanakan sebagai ungkapan syukur masyarakat dayak kepada sang pencipta atas hasil pertanian yang diperolehnya. Berikut PGD diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya: Acara Pembukaan, Display Budaya (Pawai), Upacara Adat, Rakor DAD dan Temenggung Se-Kalbar, Pameran Kerajinan Rakyat dan Makanan Tradisional, Lomba Permainan Rakyat Menyumpit dan Pangka Gasing, Pementasan Dan Pertunjukan Seni: lomba tarian kreasi, lagu dayak dewasa, sastra lisan, sape, parade lagu-lagu dayak, parade tari dayak, seni drama dan tari dayak. Peragaan busana : lomba busana dayak kreasi untuk anak-anak dan Bujang-Dara Gawai 2018. Lomba seni rupa : melukis perisai, memahat/mematung, menganyam manik dan tatto. Penutupan oleh Pj Gubernur Kalbar. Hadir dalam pembukaan PGD, MADN, Para DAD Se-Kalbar, Forkopimda Se-Kalbar, Perutusan Masyarakat Adat Dari Luar Indonesia Spt: Malaysia (600 orang), Brunai Darussalam, Filipina, Australia (10 orang suku Aborigin), Amerika, Singapore Serta Perwakilan MABM, MABT, Paguyuban Madura, Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar dll.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)